Artikel
Artikel Teknik & Wawasan Industri
Kami berbagi wawasan seputar industri teknik, termasuk tren terbaru, solusi teknik, dan tips pemeliharaan mesin industri.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan salah satu upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Keselamatan berasal dari bahasa Inggris yaitu kata ‘safety’ dan biasanya selalu dikaitkan dengan keadaan terbebasnya seseorang dari peristiwa celaka (accident) atau nyaris celaka (near-miss). Keselamatan kerja secara filosofi diartikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil budaya dan karyanya. Dari segi keilmuan diartikan sebagai suatu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Menurut Undang-Undang Pokok Kesehatan RI No. 9 Tahun 1960, BAB I pasal 2, Kesehatan kerja adalah suatu kondisi kesehatan yang bertujuan agar masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya, baik jasmani, rohani, maupun sosial, dengan usaha pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja maupun penyakit umum. OHSAS 18001:2007 mendefinisikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai kondisi dan faktor yang mempengaruhi atau akan mempengaruhi keselamatan dan kesehatan pekerja (termasuk pekerja kontrak dan kontraktor), tamu atau orang lain di tempat kerja. Kecelakaan kerja tidak saja menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi bagi pekerja dan pengusaha, tetapi juga dapat mengganggu proses produksi secara menyeluruh, merusak lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak pada masyarakat luas. Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan satu upaya pelindungan yang diajukan kepada semua potensi yang dapat menimbulkan bahaya. Hal tersebut bertujuan agar tenaga kerja dan orang lain yang ada di tempat kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat serta semua sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien (Suma’mur, 2006). Undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan mengamanatkan antara lain, setiap tempat kerja harus melaksanakan upaya kesehatan kerja, agar tidak terjadi gangguan kesehatan pada pekerja, keluarga, masyarakat dan lingkungan disekitarnya. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang terintegrasi berperan dalam menurunkan angka kejadian kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Penyakit akibat kerja Menurut H. W. Heinrich dalam Notoatmodjo (2007), penyebab kecelakaan kerja yang sering ditemui adalah perilaku yang tidak aman sebesar 88%, kondisi lingkungan yang tidak aman sebesar 10%, atau kedua hal tersebut di atas terjadi secara bersamaan. Secara umum penyebab kecelakaan kerja dapat dibagi dalam: 1.Kondisi berbahaya (unsafe condition), yaitu kondisi yang tidak aman dari peralatan / media elektronik, bahan, lingkungan kerja, proses kerja, sifat pekerjaan dan cara kerja 2. Perbuatan berbahaya (unsafe act), yaitu perbuatan berbahaya dari manusia, yang dapat terjadi antara lain karena Kurangnya pengetahuan dan keterampilan pelaksana , Cacat tubuh yang tidak kentara (bodily defect), Keletihanan dan kelemahan daya tahan tubuh, Sikap dan perilaku kerja yang tidak baik, biasanya kecelakaan menyebabkan, kerugian material dan penderitaan dari yang paling ringan sampai kepada yang paling berat. Beberapa hal penting yang berhubungan dengan tingginya angka kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerja dalam suatu perusahaan meliputi:

4 Faktor Penting yang Menentukan Kualitas Hasil Pengelasan
Pengelasan adalah salah proses produksi yang bertujuan menyambung logam secara permanen dengan memanaskan logam sampai mencapai titik cair, dengan atau tanpa pemakaian tekanan dan penggunaan bahan pengisi. Pengelasan merupakan salah satu metode untuk menyambungkan dua atau lebih komponen. Dalam teknik pengelasan ada beberapa faktor yang memengaruhi hasil pengelasan yang berkualitas. Kita akan simak apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi di bawah ini: Pahami Dulu Mengenai Proses Pengelasan Pengelasan (welding) adalah proses penyatuan material logam dengan berbagai bahan yang didasarkan pada prinsip-prinsip ikatan magnetik antar atom dari kedua bahan yang disambung. Jenis dan proses pengelasan juga sangat beragam. seperti Las Busur Listrik (Electric Arc Welding), Las MIG (Metal Inert Gas) dan Las MAG (Metal Active Gas), Las Listrik (Shielded Metal Arc Welding/SMAW), Las Busur Terpendam (Submerged Arc Welding/SAW), Las Elektroda Tak Terumpan (Non Consumable Electrode) dan masih banyak lainnya. Berbagai jenis las tersebut juga menghasilkan pengelasan yang berbeda-beda. Faktor Penunjang untuk Hasil Pengelasan Berkualitas 1. Kebersihan Las Kebersihan juga merupakan faktor penting dalam proses pengelasan. Beberapa yang memengaruhi hasil pengelasan buruk adalah adanya kotoran, karat dan cat. Jika ada kotoran, karat dan cat dalam proses pengelasan maka akan menghasilkan terak las tidak menempel dengan baik dan tidak mengalami pembakaran dengan sempurna. 2. Kelembapan Kawat Las Kelembapan kawat las dapat memengaruhi hasil las. Ciri-ciri dari kawat las yang lembap yaitu saat memulai mengelas api akan susah keluar dan tidak menyala. Selain itu, kawat las juga mudah lengket di objek lasnya saat lembap. Hasil pengelasan jika kawat las lembap adalah adanya lubang udara didalam terak dan hasil las tidak rata karena api las mudah mati. 3. Perpindahan dan Jarak Kawat Las Faktor yang ketiga adalah waktu perpindahan dan juga jarak kawat las. Pada saat proses pengelasan memerlukan waktu tertentu untuk menggerakan kawat las. Hal ini dimaksudkan agar terak kawat las dapat masuk dan menempel pada besi dengan baik. Jika tidak memperhatikan waktu perpindahan akibatnya adalah penetrasi atau tembusan yang kurang dalam, terjadi karena waktu perpindahan kawat las (travel speed) yang terlalu cepat. Selain itu, penetrasi atau tembusan yang tidak merata, biasanya terjadi karena waktu perpindahan kawat las (travel speed) yang terlalu panjang dan tidak stabil. Lalu hasil las tidak padat karena terlalu jauh jarak perpindahan saaat mengelas. 4. Settingan Ampere Faktor yang terakhir dalam hasil pengelasan adalah settingan ampere. Faktor ini sangat krusial dan berperan penting pada hasil las nanti. Jika setting terlalu tinggi maka hasil las akan hancur dan mengakibatkan kerusakan dari settingan ampere. Akibat setting ampere yang salah dapat mengakibatkan: PT. Sriwijaya Teknik Utama menghadirkan tim pengelasan professional dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayan kami.

Manfaat dan Pentingnya 5R pada Perusahaan Manufaktur
5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) merupakan dasar untuk penerapan K3 secara lebih lanjut untuk memberikan manfaat yang beragam. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan juga efisien. Secara sederhana definisi dari 5R adalah suat cara yang untuk mengatur dan mengelola tempat kerja menjadi tempat kerja yang lebih baik secara berkelanjutan. Penerapan 5R akan memiliki manfaat meningkatkan efisiensi dan kualitas pada lingkungan kerja. Pada artikel ini, kami akan membahas tentang manfaat dan pentingnya 5R dalam industri manufaktur dan fabrikasi logam. Ini Dia Pengertian 5R Ringkas adalah memisahkan antara barang yang akan digunakan kembali dan tidak. Menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi di area kerja adalah bagian dari ringkas. Mengelompokkan barang-barang sesuai dengan tempat dan kebutuhannya dapat mempermudah pekerjaan. Setelah menyingkirkan benda-benda yang sudah tidak digunakan lagi, langkah berikutnya adalah mengelompokkan barang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, memberikan label pada setiap pengelompokan juga akan membuat pekerjaan menjadi lebih tertata dan produktif. Sebelum dan setelah bekerja selalu membersihkan lingkungan kerja agar tidak ada sampah atau debu yang bersarang hingga membuat pemukiman. Kebersihan dan kerapian lingkungan kerja tidak hanya dilakukan sekali-kali saja. Kondisi ini harus terus dirawat agar menjadi sebuah kebiasaan baik. Perawatan harus didukung oleh seluruh pengguna ruangan agar kebersihan dan kerapian tetap terjaga. Penerapan budaya 5R harus dilakukan secara terus menerus. Semangat melaksanakan 5R harus ditanamkan pada setiap individu agar tercipta lingkungan kerja yang nyaman dan aman. Membiasakan perilaku baik ini mungkin tidak mudah tapi bisa dilakukan. Peranan top manajemen sangat berpengaruh untuk menciptakan budaya 5R di lingkungan kerja. Budaya 5R yang Perlu Dipelajari 5R pada mulanya diawali oleh negara Jepang. dalam bahasa Jepang ialah suatu cara untuk mengatur atau mengelola tempat kerja menjadi tempat kerja yang lebih baik secara berkelanjutan. Di Jepang, istilah 5R dikenal dengan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke). Tujuannya untuk membuat kualitas sumber daya manusia di Jepang yang baik dan dapat diterapkan di lingkungan kerja untuk memperoleh hasil kerja yang maksimal. Manfaat dan Pentingnya 5R Budaya 5R pada akhirnya banyak diterapkan di banyak perusahaan karena faktanya dapat membawa manfaat yang sangat banyak salah satunya adalah perusahaan yang menerapkan 5R memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dan berkembang maju serta memiliki daya saing yang baik. Budaya 5R (5S) merupakan investasi awal bagi sebuah perusahaan untuk menuju kesuksesan berkelanjutan. Berikut ini adalah manfaat dan pentingnya budaya 5R pada sebuah perusahaan. Kunjungi website kami atau kontak kami untuk melihat project kami dan dapatkan penawaran terbaik untuk kebutuhan Anda.

Tips Perawatan dan Pemeliharaan Komponen Alat Berat
Tujuan dari suatu perusahaan melakukan perawatan alat berat yaitu untuk menjaga kondisi dan kerja alat berat tersebut supaya prima sesuai dengan spesifikasi dan kegunaannya meliputi: Dengan demikian perawatan yang baik akan meningkatkan target produksi yang akan dicapai dan mendukung diperolehnya keuntungan dengan biaya rendah. Merawat dan Memelihara Alat Berat Bagi seorang mekanik alat berat pasti sudah paham mengenai perawatan dan pemeliharaan alat berat, dikarenakan sudah merupakan tugas dan tanggung jawab seorang mekanik alat berat. Berikut beberapa cara, langkah dan jenis perawatan dan pemeliharaan alat berat yang baik dan benar, yaitu: 1. Melakukan pengecekan alat berat sebelum dan sesudah dipergunakan (Preventive Maintenance) Perawatan yang dilakukan dengan tujuan mencegah/memindahkan kemungkinan muncul gangguan/kerusakan pada mesin tanpa perlu menunggu adanya tanda-tanda kerusakan. Sebelum alat berat dipergunakan sebaiknya mencek alat berat terlebih dahulu seperti contoh bahan bakar secara rutin, sehingga tidak menutup kemungkinan kesiapan pada saat membutuhkan alat berat nantinya. 2. Perawatan Berkala (Periodic Maintenance) Suatu usaha untuk mencegah timbulnya kerusakan yang dilakukan secara kontinyu dengan interval pelaksanaan yang telah ditentukan berdasarkan hour meter (HM). Perawatan yang dilakukan setiap kali perawatan digunakan dalam jumlah jam operasi tertentu, disesuaikan dengan jumlah waktu yang ditunjukkan alat yang mencatat jam operasi pada alat tersebut. Pemeriksaan bisa dilakukan setiap hari atau setiap minggu, berupa pemeriksaan kecukupan bahan bakar, air radiator, oli mesin sebelum dinyalakan, pemeriksaan fungsi hidrolik dan pemeriksaan baterai beserta kabelnya. Pelaksanaan bisa dilakukan sendiri atau pihak lain (vendor) dengan memeriksa kondisi unit, mengganti pelumas dan mengganti suku cadang alat berat, meliputi: a. Inspeksi Berkala Pemeriksaan atau inspeksi harian sebelum unit dioperasikan dan pemeriksaan mingguan untuk mengetahui keamanan keadaan mesin. Waktu yang tepat memeriksa alat berat yaitu pagi hari sebelum mengoperasikan alat berat dan yang penting juga setelah selesai menggunakan alat berat harus dibersihkan. b. Perawatan Berkala Perawatan mesin atau unit yang teratur demi menjamin pengoperasian yang bebas dari kerusakan dan memperpanjang umur unit serta berkurangnya ongkos operasi unit. Semua angka yang menunjukkan jumlah jam kerja terletak pada keterangan yang tertera pada check sheet didasarkan pada angka yang dilihat dalam service meter. Pada kondisi di lapangan saat beroperasi perlu mempersingkat jadwal waktu perawatan yang telah ditentukan. 3. Overhaul Maintenance (Jadwal Overhaul) Perawatan yang dilakukan dengan interval tertentu sesuai dengan standar overhaul terhadap masing-masing komponen, merekondisi mesing atau komponen agar kembali ke kondisi sesuai standar pabrik. Dimana perawatan yang dilakukan untuk mengembalikan performa mesin kembali ke kondisi standar pabrik, juga memberikan usia kedua pada mesin dengan melakukan penggantian atau pemakaian ulang komponen sesuai petunjuk pemakaian menurut standar pabrik, hal ini mencegah terjadinya kerusakan harus dilakukan secara rutin. Macam-macam overhaul, yaitu: 4. Condition Bade Maintenance Perawatan alat berat yang bertujuan mengembalikan kondisi unit seperti semula (standar) dengan cara service seperti PPM, PPU yang hasil pengukuran disesuaikan dengan standar terbaru (service news dan modification progam). Jenis perawatan yang dilakukan sesuai dengan kondisi mesin, hanya ketika ada indikator kerusakan pada mesin, baik kerusakan berat maupun ringan, perawatan dilakukan pada saat telah ditemukannya kerusakan yang terjadi, bukan sebelumnya. Pelaksanaan Pekerjaan Perawatan Pada saat melaksanakan pekerjaan perawatan alat berat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: Keselamatan Pelaksanaan Perawatan Secara umum, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam keselamatan pelaksanaan perawatan alat berat, meliputi antara lain: Proses Maintenance Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam sebelum melakukan maintenance (pekerjaan perawatan) antara lain:

Alasan Kenapa Harus Memilih Spare Part Alat Berat Komatsu Yang Asli
Seperti layaknya kendaraan komersial, alat berat dan spare part alat berat juga sangat bervariasi sesuai dengan merk, kualitas, daya tahan dan kemampuan dalam beroperasi. Hal ini menjadi sangat penting mengingat alat berat digunakan sebagai alat produksi dan alat penunjang produksi, dimana kualitas alat berat dan spare parts-nya akan berdampak kepada produktifitas kerja. Tentu perawatan terutama dalam penggunaan pelumas untuk alat berat dan perawatan mesin diesel menjadi kunci untuk mengoptimalkan produktifitas kerja mesin, namun tidak bisa dipungkiri bahwa kualitas alat berat dan spare parts pun mempengaruhinya. Alat berat merk Komatsu sudah ada sejak 94 tahun lalu yaitu pada tahun 1921. Komatsu merupakan perusahaan multinasional asal Jepang yang memang khusus untuk memproduksi peralatan konstruksi, pertambangan dan juga untuk keperluan militer. Komatsu adalah produsen alat konstruksi terbesar nomor dua di dunia setelah Caterpillar. Kualitas setiap produk alat berat dan spare partsya lebih terjamin untuk menunjang produktifitas kerja. Komatsu sebagai spesialis alat berat tentu memperhatikan semua aspek dalam pembuatan alat berat termasuk juga spare part alat. Bahkan dalam proses produksinya, Komatsu sangat detail dalam pengerjaannya dan menggunakan teknologi terkini, sehingga kualitas setiap produknya akan terjamin. Oleh karena itu, tidak jarang biasanya untuk alat berat dan spare partnya yang dijual dengan merk Komatsu akan lebih tahan lama dan memberikan fungsi yang maksimal. Spare part merk Komatsu asli yang dijual di pasaran hanya di pasarkan melalui distributor resmi dimana pastinya memberikan garansi atas produk cacat produksi. Pengguna alat berat Komatsu tentunya tidak mau mengorbankan bisnisnya dengan membeli spare part yang tidak asli atau pun merk lain yang diragukan kualitasnya, mengingat kelancaran penggunaan alat berat sangat erat kaitannya dengan kinerja spare part. Spare part Komatsu yang asli akan membebaskan konsumen pengguna alat berat dari kekhawatiran akan berhenti beroperasinya alat berat akibat spare kualitas rendah dan tidak bergaransi. Untuk memberikan kemudahan kepada konsumen, distributor resmi Komatsu menyedia berbagai cara kepada konsumen agar dapat berkomunikasi dan melakukan klaim garansi. Selain itu disediakan berbagai metode pembayaran termasuk pembiayaan kredit untuk pembelian spare part alat berat Komatsu. Memang pertumbuhan industri konstruksi, pertambangan dan sekto rlainnya menjadikan pasar alat berat membuat Indonesia kini telah memiliki beberapa merek untuk menyaingi Komatsu. Namun nama besar perusahaan Jepang ini tetap menjadi pilihan utama untuk setiap proyek pengerjaan konstruksi bangunan atau jalan raya sebagai proyek dari Pemerintah, proyek pertambangan, perkebunan, kehutanan dan lainnya. Hal ini terbukti bahwa Komatsu senantiasa menjadi no. 1 dalam industri alat berat Indonesia yang menggambar kepercayaan yang tinggi dari konsumen. Jadi sudah jelaskan alasan memilih spare part alat berat Komatsu yang asli. PT. Sriwijaya Teknik Utama merupakan perusahaan yang menyediakan berbagai macam sparepart untuk mensupport alat berat anda agar menjadi one stop site support dan menunjang pekerjaan di workshop maupun di site.

Well Testing: Pengertian, Tujuan, Dan Jenis-Jenisnya
Dalam dunia perminyakan dan gas, banyak istilah-istilah yang belum diketahui oleh masyarakat awam. Salah satunya istilah Well Testing. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai istilah ini. Apa Itu Well Testing? Well Testing atau uji sumur merupakan pelaksanaan serangkaian kegiatan akuisisi data yang direncanakan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menambah pemahaman tentang sifat-sifat hidrokarbon di dalamnya serta memahami karakteristik reservoir bawah tanah dimana hidrokarbon terperangkap. Tes ini juga akan memberikan informasi tertentu tentang keadaan sumur yang digunakan untuk mengumpulkan data yang meliputi laju aliran volumetrik dan tekanan yang diamati di sumur terpilih. Hasil pengujian sumur seperti data laju aliran dan rasio migas, dapat mendukung alokasi sumur untuk fase produksi yang sedang berjalan. Sementara data lain seperti kemampuan reservoir akan mendukung pengelolaan reservoir. Tujuan Well Testing Tujuan utama dari well testing adalah untuk menentukan kemampuan suatu formasi untuk melakukan produksi. Apabila proses pengujian dilakukan dengan baik dan hasilnya dianalisa dengan baik, maka akan banyak informasi yang diperoleh. Di antara informasiinformasi tersebut yaitu permeabilitas formasi, kerusakan formasi di sekitar lubang sumur akibat bor atau pada saat melakukan produksi, serta informasi mengenai tekanan reservoir dan batas-batas reservoir. Pada dasarnya pengujian ini cukup sederhana, yaitu dengan memberikan gangguan kesetimbangan tekanan terhadap sumur yang akan dites. Jenis-jenis Well Testing Ada 3 jenis uji sumur (Well Test) yang biasa dilakukan di lapangan, yaitu Deliverability Testing (Uji Potensi), Drill Stem Test/DST (Uji Kandungan Lapisan), dan Pressure Transient Testing (Uji Transien). Uji Potensi ini digunakan untuk mengetahui potensi maksimal dari suatu sumur serta bagaimana kinerja aliran di reservoirnya pada kondisi yang lebih umum terjadi saat memproduksi reservoir (steady state). Oleh karena itu, diperlukan waktu yang cukup lama. Uji Kandungan Lapisan merupakan sebuah pengujian produktivitas formasi saat proses pemboran masih berlangsung. Uji sumur ini dilakukan dengan cara pemboran dihentikan dan fluida formasi diproduksi melalui pipa bor. Tujuan dari DST ini adalah untuk mengetahui kandungan hidrokarbon dari suatu lapisan dan mengetahui karakteristik reservoir seperti permeabilitas, faktor skin, juga damage ratio. Drill Stem Test ini biasanya dilakukan dalam dua periode pengaliran, yaitu uji alir pertama dan kedua serta dua kali penutupan tutup pertama dan kedua. Uji Transien dilakukan setelah sumur diproduksi selama beberapa waktu dengan harapan sumur sudah memiliki laju yang stabil dalam memperkirakan karakteristik dan model reservoir. Oleh sebab itu, diperlukan waktu yang relatif lebih lama daripada DST. Namun, tidak terlalau lama seperti Deliverability Testing.
