Blog

Mengenal Ukuran Hose Hidrolik Untuk Fitting yang Tepat

Salah satu hal penting yang harus diketahui saat membeli hose fitting hydraulic indonesia adalah menentukan ukuran yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Untuk dapat menentukannya, tentunya Anda harus memahami terlebih dahulu berbagai hal tentang hydraulic hose sizing. Ada 3 poin utama yang harus Anda pahami terlebih dahulu dari hydraulic hose sizing, yaitu: 3 Penentu Ukuran untuk Fitting Hose Hidrolik Inner Diameter adalah ukuran diameter hanya bagian dalam selang saja. Mengetahui ukuran I.D sangatlah penting karena akan sangat mempengaruhi tekanan dan kecepatan aliran material (baik cairan maupun gas) selama masa operasional. I.D yang terlalu besar akan menyebabkan aliran menjadi melambat, sementara I.D yang terlalu kecil akan meningkatkan tekanan dan berisiko menyebabkan terjadinya kebocoran. Outer Diameter atau O.D adalah diameter hose secara keseluruhan jika diukur dari luar. O.D terdiri dari I.D dan tebal lapisan hose. Dari selisih nilai O.D dan I.D, Anda bisa menentukan ketebalan pelapis hose sehingga bisa memperkirakan apakah hose tersebut sesuai kebutuhan Anda atau tidak. Ini merupakan ukuran panjang hose secara keseluruhan. Semakin panjang hose maka tekanan aliran akan semakin berkurang. Setelah memahami 3 poin utama dalam pengukuran hose, hal lain yang penting untuk diketahui adalah dash sizes. Mengapa hal ini penting? Sebab, kode ukuran pada hydraulic hose rata-rata menggunakan dash size. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah pembahasannya. Dash size memengacu pada ukuran diameter dari sebuah hydraulic hose, tabung (tube) atau fitting dengan kenaikan 1/16. Pada hose dash size akan mengacu pada ukuran I.D, berbeda dengan tabung atau tube di mana dash size akan mengacu pada ukuran O.D. Sementara pada fitting, dash size akan terdiri dari dua angka yang menunjukkan hose size dan ukuran fitting end connection. Berikut ini adalah perbandingannya: Setelah memahami pengukuran hydraulic hose semoga Anda bisa menentukan ukuran yang tepat untuk industri Anda.

Mengenal Ukuran Hose Hidrolik Untuk Fitting yang Tepat Read More »

5 S Dalam Penataan dan Pemeliharaan Wilayah Kerja

5 S Dalam Penataan dan Pemeliharaan Wilayah Kerja

5S adalah metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja yang berasal dari Jepang digunakan manajemen dalam memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin, merupakan salah satu tools penting dalam upaya perbaikan berkesinambungan (Continuous Improvement). 5 S merupakan metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja yang mendasarkan diri pada Visibility. Pengetahuan dan pelaksanaannya dalam tempat kerja sangat penting bagi perusahaan yang mau terus maju dan berkembang. Penataan dan Pemeliharaan Wilayah Kerja Sejarah 5 S 5S adalah suatu metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja secara intensif yang berasal dari Jepang yang digunakan oleh manajemen dalam usaha memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin di lokasi kerja sekaligus meningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh  Penerapan 5S umumnya diberlakukan bersamaan dengan penerapan kaizen agar dapat mendorong efektivitas pelaksanaan 5S  Di Indonesia metode ini dikenal dengan istilah 5R, sedangkan di Amerika dan Eropa dikenal dengan 5C Mengapa diperlukan? merupakan salah satu dasar untuk mewujudkan organisasi / perusahaan kelas dunia, dan siap mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi dalam: Lingkungan Tempat kerja Pelanggan Pekerja / karyawan Teknologi Maksud Penerapan 5 S Secara strategis, penerapan 5 S tidak hanya berkaitan dengan peataan dan pemeliharaan tempat kerja. Tetapi lebih jauh lagi merupakan pembinaan terhadap perubahan perilaku karyawan melalui perubahan tempat kerja. Sehingga saat Budaya 5 S sudah mendarah daging, otomatis akan terjadi perubahan perilaku karyawan dengan perbuatan atau tindakan yang sellau diulang-ulang (reinforcement). Dampak Penerapan 5 S Dalam penerapannya secara konsisten,  akan menghasilkan: Tempat kerja yang bersih, rapi dan nyaman. Karyawan  yang bersemangat. P, Q, C, S lebih baik (Produk, Kualitas, Biaya, dan Kecepatan menghasilkan produk akan lebih baik). Meminimalisir POTENSI terjadinya kecelakaan kerja, kerusakan mesin, krisis dan cacat produk. Secara umum menjadikan Perubahan menjadi lebih siap menghadapi perubahan. Mengapa perlu mengelola tempat kerja? Tempat terjadinya 80% masalah dan nilai tambah Tempat terjadinya masalah juga merupakan peluang tempat perbaikan Tempat mesin, alat sesungguhnya Tempat proses, dan produk sesungguhnya Tempat yang merupakan fakta sesungguhnya Sasaran penerapan 5 S Mewujudkan tenaga kerja yang disiplin Mewujudkan tempat kerja yang bersih, rapi dan nyaman Mewujudkan efisiensi melalui : Produktifitas yang tinggi, Kualitas produk yang lebih baik, Biaya yang efisien, Pengiriman barang yang tepat jumlah dan tepat waktu serta Keselamatan Kerja yang lebih terjamin. Mewujudkan Zero Breakdown, Zero Crisis, Zero Defect dan Visual Control System Mewujudkan citra positif perusahaan di mata pelanggan 5 S Dalam Penataan dan Pemeliharaan Wilayah Kerja (Eddy Sulistiyo/HR & GA Manager)

5 S Dalam Penataan dan Pemeliharaan Wilayah Kerja Read More »