alat berat

Mesin Excavator dan tips perawatannya

Mesin excavator adalah salah satu jenis alat berat yang digunakan untuk menggali atau memindahkan tanah, batu, dan bahan material lainnya. Mesin ini memiliki bentuk seperti lengan dengan bucket di ujungnya yang dapat digerakkan dalam berbagai arah, sehingga memungkinkan mesin ini untuk mencapai area yang sulit dijangkau. Mesin excavator terdiri dari beberapa komponen penting, antara lain: Dalam penggunaan mesin excavator, diperlukan keahlian khusus dalam mengoperasikan dan merawat mesin agar tetap berfungsi dengan maksimal dan memperpanjang masa pakai mesin. Selain itu, diperlukan pengetahuan tentang keselamatan kerja dan peraturan yang berlaku dalam penggunaan alat berat seperti excavator. Berikut adalah panduan merawat dan memperbaiki mesin excavator: Dalam memperbaiki mesin excavator, pastikan Anda memiliki pengetahuan dasar mengenai cara kerja mesin dan komponennya agar dapat melakukan perbaikan dengan benar dan tidak menimbulkan kerusakan lebih lanjut. Jika perlu, konsultasikanlah dengan ahli yang berpengalaman dalam perbaikan mesin excavator.

Mesin Excavator dan tips perawatannya Read More »

Ketahui Potensi Bahaya dan 5 Tips Aman Pengoperasian Alat Berat

Alat berat merupakan salah satu unsur penting dalam suatu proyek. Alat berat merupakan mesin berukuran besar yang dirancang untuk melaksanakan fungsi konstruksi seperti pengerjaan tanah, konstruksi jalan, konstruksi bangunan, pertambangan, dan perkebunan. Alat berat biasa digunakan dalam proyek konstruksi maupun pertambangan. Adapun beberapa contoh alat berat antara lain adalah ekskavator, loader, crane, mixer, dan dump truck. Di artikel ini kami akan menjelaskan potensi bahaya serta beberapa tips aman pengoperasian alat berat. Meski alat berat memberi banyak manfaat dan sangat membantu pekerjaan manusia, alat berat sering kali juga menjadi salah satu akibat kecelakaan kerja di sebuah proyek. Alat berat yang digunakan dalam suatu proyek mengandung risiko yang tinggi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja bila tidak dikerjakan secara benar dan aman. Mayoritas kecelakaan kerja terkait alat berat mengakibatkan cedera serius hingga menjatuhkan korban jiwa. Di Amerika Serikat, kecelakaan kerja yang berhubungan dengan alat berat dapat mencapai setengah dari total korban jiwa di berbagai industri. Rata-rata kecelakaan terjadi karena tabrakan kendaraan dan alat berat yang tumbang atau terguling. Sebagian besar kecelakaan kerja yang diakibatkan alat berat disebabkan oleh kesalahan manusia atau human error. Meski begitu, banyak juga kecelakaan alat berat disebabkan oleh kerusakan pada alat itu sendiri yang tidak berfungsi dengan benar atau karena faktor lingkungan atau medan tempat alat berat bekerja. Maka dari itu, pengusaha dan pengurus berkewajiban untuk memastikan para operator alat berat bekerja dengan aman dan selamat. Berikut potensi bahaya yang dapat timbul saat pengoperasian alat berat. Adapun beberapa penyebab kecelakaan kerja akibat human error terkait alat berat antara lain Terkadang, kecelakaan terkait alat berat akibat lingkungan atau faktor dari luar memang tidak bisa dihindari. Namun, kecelakaan kerja terkait alat berat, terutama akibat human error, bisa dicegah untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan. Berikut lima tips aman pengoperasian alat berat. Pastikan supervisor telah melakukan pengamatan dan inspeksi area kerja sebelum pekerjaan dengan alat berat dilakukan. Rencana pekerjaan juga harus dikomunikasikan kepada seluruh personil yang terlibat pada proyek tersebut. Apabila dibutuhkan, seorang spotter harus ditunjuk untuk membantu operator alat berat di kondisi tertentu seperti bila pandangan terbatas saat mengoperasikan alat. Spotter berfungsi sebagai pemandu pengoperasian alat berat. Spotter ini juga wajib mendapatkan pelatihan sebelum bekerja. Pastikan alat dalam kondisi yang layak dengan menggunakan formulir pemeriksaan yang sudah dipersiapkan. Apabila terdapat kerusakan, segera laporkan dan lakukan perbaikan. Gunakan alat pelindung diri (APD) yang diperlukan. Atur kenyamanan dan prosedur keselamatan di dalam kabin alat berat sebelum mengoperasikan seperti mengatur tempat duduk dan mengatur kaca spion. Pastikan pula pekerja lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan tidak berada di area kerja. Selalu periksa lingkungan sekitar area kerja terutama kemungkinan adanya pekerja lain atau alat berat lain. Pastikan berbagai sarana komunikasi selalu tersedia seperti komunikasi radio atau sinyal tangan dari spotter. Setelah selesai mengoperasikan alat berat, parkirkan alat berat di tempat datar dan aman. Setelah mematikan mesin, bersihkan kabin operator sambil mengamati panel indikator. Periksa kembali semua sistem pengaman dan pastikan alat dalam keadaan aman. Terakhir, serahkan kunci kontak kepada pengawas sebagai tanda berakhirnya tugas operator. Apabila terjadi situasi darurat seperti kecelakaan kerja, kebakaran, bencana alam, atau gangguan binatang liar, hubungi pengawas/supervisor lapangan sesegera mungkin tidak lebih dari 24 jam. Nah, itulah penjelasan singkat mengenai alat berat, risiko kecelakaan pengoperasian alat berat, serta beberapa tips aman pengoperasian alat berat. Semoga bermanfaat dan tetap selamat dalam bekerja.

Ketahui Potensi Bahaya dan 5 Tips Aman Pengoperasian Alat Berat Read More »

Tips Perawatan dan Pemeliharaan Komponen Alat Berat

Tujuan dari suatu perusahaan melakukan perawatan alat berat yaitu untuk menjaga kondisi dan kerja alat berat tersebut supaya prima sesuai dengan spesifikasi dan kegunaannya meliputi: Dengan demikian perawatan yang baik akan meningkatkan target produksi yang akan dicapai dan mendukung diperolehnya keuntungan dengan biaya rendah. Merawat dan Memelihara Alat Berat Bagi seorang mekanik alat berat pasti sudah paham mengenai perawatan dan pemeliharaan alat berat, dikarenakan sudah merupakan tugas dan tanggung jawab seorang mekanik alat berat. Berikut beberapa cara, langkah dan jenis perawatan dan pemeliharaan alat berat yang baik dan benar, yaitu: 1.      Melakukan pengecekan alat berat sebelum dan sesudah dipergunakan (Preventive Maintenance) Perawatan yang dilakukan dengan tujuan mencegah/memindahkan kemungkinan muncul gangguan/kerusakan pada mesin tanpa perlu menunggu adanya tanda-tanda kerusakan. Sebelum alat berat dipergunakan sebaiknya mencek alat berat terlebih dahulu seperti contoh bahan bakar secara rutin, sehingga tidak menutup kemungkinan kesiapan pada saat membutuhkan alat berat nantinya. 2.      Perawatan Berkala (Periodic Maintenance) Suatu usaha untuk mencegah timbulnya kerusakan yang dilakukan secara kontinyu dengan interval pelaksanaan yang telah ditentukan berdasarkan hour meter (HM). Perawatan yang dilakukan setiap kali perawatan digunakan dalam jumlah jam operasi tertentu, disesuaikan dengan jumlah waktu yang ditunjukkan alat yang mencatat jam operasi pada alat tersebut. Pemeriksaan bisa dilakukan setiap hari atau setiap minggu, berupa pemeriksaan kecukupan bahan bakar, air radiator, oli mesin sebelum dinyalakan, pemeriksaan fungsi hidrolik dan pemeriksaan baterai beserta kabelnya. Pelaksanaan bisa dilakukan sendiri atau pihak lain (vendor) dengan memeriksa kondisi unit, mengganti pelumas dan mengganti suku cadang alat berat, meliputi: a.      Inspeksi Berkala Pemeriksaan atau inspeksi harian sebelum unit dioperasikan dan pemeriksaan mingguan untuk mengetahui keamanan keadaan mesin. Waktu yang tepat memeriksa alat berat yaitu pagi hari sebelum mengoperasikan alat berat dan yang penting juga setelah selesai menggunakan alat berat harus dibersihkan. b.      Perawatan Berkala Perawatan mesin atau unit yang teratur demi menjamin pengoperasian yang bebas dari kerusakan dan memperpanjang umur unit serta berkurangnya ongkos operasi unit. Semua angka yang menunjukkan jumlah jam kerja terletak pada keterangan yang tertera pada check sheet didasarkan pada angka yang dilihat dalam service meter. Pada kondisi di lapangan saat beroperasi perlu mempersingkat jadwal waktu perawatan yang telah ditentukan. 3.      Overhaul Maintenance (Jadwal Overhaul) Perawatan yang dilakukan dengan interval tertentu sesuai dengan standar overhaul terhadap masing-masing komponen, merekondisi mesing atau komponen agar kembali ke kondisi sesuai standar pabrik. Dimana perawatan yang dilakukan untuk mengembalikan performa mesin kembali ke kondisi standar pabrik, juga memberikan usia kedua pada mesin dengan melakukan penggantian atau pemakaian ulang komponen sesuai petunjuk pemakaian menurut standar pabrik, hal ini mencegah terjadinya kerusakan harus dilakukan secara rutin. Macam-macam overhaul, yaitu: 4.      Condition Bade Maintenance Perawatan alat berat yang bertujuan mengembalikan kondisi unit seperti semula (standar) dengan cara service seperti PPM, PPU yang hasil pengukuran disesuaikan dengan standar terbaru (service news dan modification progam). Jenis perawatan yang dilakukan sesuai dengan kondisi mesin, hanya ketika ada indikator kerusakan pada mesin, baik kerusakan berat maupun ringan, perawatan dilakukan pada saat telah ditemukannya kerusakan yang terjadi, bukan sebelumnya. Pelaksanaan Pekerjaan Perawatan Pada saat melaksanakan pekerjaan perawatan alat berat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: Keselamatan Pelaksanaan Perawatan Secara umum, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam keselamatan pelaksanaan perawatan alat berat, meliputi antara lain: Proses Maintenance Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam sebelum melakukan maintenance (pekerjaan perawatan) antara lain:

Tips Perawatan dan Pemeliharaan Komponen Alat Berat Read More »