Artikel
Artikel Teknik & Wawasan Industri
Kami berbagi wawasan seputar industri teknik, termasuk tren terbaru, solusi teknik, dan tips pemeliharaan mesin industri.
Pentingnya Kalibrasi Dan Manfaat Kalibrasi Alat Ukur
Kalibrasi diperlukan untuk memastikan bahwa hasil pengukuran yang dilakukan sudah akurat. Hasil pengukuran yang tidak konsisten akan berdampak langsung terhadap kualitas produk. Kalibrasi merupakan proses pengecekkan dan pengaturan akurasi dari alat ukur dengan cara membandingkan suatu standar yang tertelusur dengan standar Nasional maupun Internasional dan bahan-bahan acuan yang tersertifikasi. Alat ukur yang paling mahalpun juga bisa rusak karena kurangnya akurasi setelah dipakai dalam jangka waktu tertentu. Dilakukannya kalibrasi alat ukur bukan hanya untuk memenuhi salah satu persyaratan Sistem Manajemen Mutu, Sistem Manajemen Lingkungan ataupun Sistem Manajemen K3. Padahal manfaat kalibrasi sesungguhnya banyak sekali, diantaranya : Menjamin nilai ukuran yang dihasilkan tertelusur. Dengan mengkalibrasi alat ukur di laboratorium yang terakreditasi, maka hasil ukur dapat diterima dimanapun, karena semua laboratorium kalibrasi akan mengacu pada sumber yang sama yaitu Standar Satuan Internasional. Menghindari cacat produk. Jika alat ukur tidak di kalibrasi atau masa kalibrasinya telah lewat, namun masih di gunakan untuk mengukur suatu produk. Bagaimana jika ternyata terdapat penyimpangan yang besar? Tentunya akan sangat merugikan bukan? Anda dapat menyingkirkan kekhawatiran ini dengan melakukan kalibrasi secara berkala di laboratorium kalibrasi yang terakreditasi! Menjaga kondisi alat ukur agar tetap sesuai dengan spesifikasinya. Alat ukur dapat mengalami penurunan performa setelah dipakai dalam jangka waktu tertentu. Dengan melakukan kalibrasi secara rutin, Anda dapat mengetahui apakah alat ukurnya masih sesuai dengan spesifikasi atau harus diperbaiki atau bahkan perlu untuk melakukan penggantian. Menghindari resiko bahaya dan meminimalisir kecelakaan kerja. Bagaimana kondisi penerangan di pabrik Anda? Bagaimana tingkat kebisingan di tempat kerja Anda? Tentunya intensitas cahaya dan tingkat kebisingan perlu diukur bukan? Nah, alat-alat ukur yang berhubungan dengan Safety pun harus Anda kalibrasi secara berkala, demi keselamatan kerja. Untuk permintaan bisnis kalibrasi percayakan kepada kami, dengan tim profesional dibidangnya agar sesuai permintaan anda. Tunggu apa lagi silahkan kirim pesan anda melalui whatsapp tim sales kami.

Apa itu Cylinder Hydraulic & Pneumatic Cylinder?
Sebelumnya Selanjutnya Cylinder Hydraulic adalah bagian yang cukup penting dari sistem Hydraulic. Pada dasarnya terdapat bagian penting yaitu Cylinder Tube Piston & Rod Piston Head Cylinder Bracket Seal Package.

Cara Perawatan Crankshaft Engine Excavator
CARA PERAWATAN CRANKSHAFT ENGINE EXCAVATOR 1. Periksa kerusakan crankshaft engine dari Main Journal dan Crankpin serta saluran-saluran pelumas, bila cacat / rusak crankshaft harus diperbaiki atau diganti. 2. Periksa, keausan, kerusakan dan keretakan dari crankgear. Bila cacat, crankshaft bagian crankgear diperbaiki atau di ganti. 3. Periksa permukaan front/rear crankshaft yang berhubungan dengan oil seal. Bila rusak harus diperbaiki atau ganti collarnya. 4. Periksa, Ukur dan catat out side diameter of main journal. Bila hasil pengukuran telah mencapai repair limit balk roundness atau cylindricity, maka crankshaft harus diperbaiki (dilakukan undersize) dan pasang main bearing oversize yang sesuai. Bila out side diameter mencapai Wear Limit (batasan keausan) ganti crankshaft. 5. Sekalipun hasil pengukuran out side diameter main journal belum mencapai repair limit, tetapi kaiau roundness telah mencapai limit maka crankshaft harus dilakukan undersize. 6. Periksa, Ukur dan catat Out Side Diameter Crank Pin. Bila out side diameter telah mencapal repair limit atau bila roundness / taper melebihi repair limitnya crankpin harus dilakukan undersize. Bila out side diameter dari crankpin lebih kecil dari wear limit crankshaft harus diganti. 7. Periksa dan hitung clearance antara :A. Out side diameter main journal dan main bearing inner (bore) diameter.B. Out side diameter crankpin dan bearing inner diameter. 8. Ukur Crankshaft Bending (kebengkokan crankshaft) dengan cara sebagai berikut :A. End play di ukur sebelum crankshaft dilepas dari block dan sesudah di pasang pada block, ketika assembling (connecting rod belum dipasang).B. Pengukuran end play sebelum crankshaft di lepas dari block adalah sebagai panduan saat pemasangan Kembali.
Mengenal Ukuran Hose Hidrolik Untuk Fitting yang Tepat
Salah satu hal penting yang harus diketahui saat membeli hose fitting hydraulic indonesia adalah menentukan ukuran yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Untuk dapat menentukannya, tentunya Anda harus memahami terlebih dahulu berbagai hal tentang hydraulic hose sizing. Ada 3 poin utama yang harus Anda pahami terlebih dahulu dari hydraulic hose sizing, yaitu: 3 Penentu Ukuran untuk Fitting Hose Hidrolik Inner Diameter adalah ukuran diameter hanya bagian dalam selang saja. Mengetahui ukuran I.D sangatlah penting karena akan sangat mempengaruhi tekanan dan kecepatan aliran material (baik cairan maupun gas) selama masa operasional. I.D yang terlalu besar akan menyebabkan aliran menjadi melambat, sementara I.D yang terlalu kecil akan meningkatkan tekanan dan berisiko menyebabkan terjadinya kebocoran. Outer Diameter atau O.D adalah diameter hose secara keseluruhan jika diukur dari luar. O.D terdiri dari I.D dan tebal lapisan hose. Dari selisih nilai O.D dan I.D, Anda bisa menentukan ketebalan pelapis hose sehingga bisa memperkirakan apakah hose tersebut sesuai kebutuhan Anda atau tidak. Ini merupakan ukuran panjang hose secara keseluruhan. Semakin panjang hose maka tekanan aliran akan semakin berkurang. Setelah memahami 3 poin utama dalam pengukuran hose, hal lain yang penting untuk diketahui adalah dash sizes. Mengapa hal ini penting? Sebab, kode ukuran pada hydraulic hose rata-rata menggunakan dash size. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah pembahasannya. Dash size memengacu pada ukuran diameter dari sebuah hydraulic hose, tabung (tube) atau fitting dengan kenaikan 1/16. Pada hose dash size akan mengacu pada ukuran I.D, berbeda dengan tabung atau tube di mana dash size akan mengacu pada ukuran O.D. Sementara pada fitting, dash size akan terdiri dari dua angka yang menunjukkan hose size dan ukuran fitting end connection. Berikut ini adalah perbandingannya: Setelah memahami pengukuran hydraulic hose semoga Anda bisa menentukan ukuran yang tepat untuk industri Anda.

Fabrikasi Adalah Proses Vital Industri Tambang: Ini Penjelasannya
Artikel ini membahas pengertian fabrikasi dan peran pentingnya dalam dunia industri, khususnya tambang dan alat berat.

5 S Dalam Penataan dan Pemeliharaan Wilayah Kerja
5S adalah metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja yang berasal dari Jepang digunakan manajemen dalam memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin, merupakan salah satu tools penting dalam upaya perbaikan berkesinambungan (Continuous Improvement). 5 S merupakan metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja yang mendasarkan diri pada Visibility. Pengetahuan dan pelaksanaannya dalam tempat kerja sangat penting bagi perusahaan yang mau terus maju dan berkembang. Penataan dan Pemeliharaan Wilayah Kerja Sejarah 5 S 5S adalah suatu metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja secara intensif yang berasal dari Jepang yang digunakan oleh manajemen dalam usaha memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin di lokasi kerja sekaligus meningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh Penerapan 5S umumnya diberlakukan bersamaan dengan penerapan kaizen agar dapat mendorong efektivitas pelaksanaan 5S Di Indonesia metode ini dikenal dengan istilah 5R, sedangkan di Amerika dan Eropa dikenal dengan 5C Mengapa diperlukan? merupakan salah satu dasar untuk mewujudkan organisasi / perusahaan kelas dunia, dan siap mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi dalam: Lingkungan Tempat kerja Pelanggan Pekerja / karyawan Teknologi Maksud Penerapan 5 S Secara strategis, penerapan 5 S tidak hanya berkaitan dengan peataan dan pemeliharaan tempat kerja. Tetapi lebih jauh lagi merupakan pembinaan terhadap perubahan perilaku karyawan melalui perubahan tempat kerja. Sehingga saat Budaya 5 S sudah mendarah daging, otomatis akan terjadi perubahan perilaku karyawan dengan perbuatan atau tindakan yang sellau diulang-ulang (reinforcement). Dampak Penerapan 5 S Dalam penerapannya secara konsisten, akan menghasilkan: Tempat kerja yang bersih, rapi dan nyaman. Karyawan yang bersemangat. P, Q, C, S lebih baik (Produk, Kualitas, Biaya, dan Kecepatan menghasilkan produk akan lebih baik). Meminimalisir POTENSI terjadinya kecelakaan kerja, kerusakan mesin, krisis dan cacat produk. Secara umum menjadikan Perubahan menjadi lebih siap menghadapi perubahan. Mengapa perlu mengelola tempat kerja? Tempat terjadinya 80% masalah dan nilai tambah Tempat terjadinya masalah juga merupakan peluang tempat perbaikan Tempat mesin, alat sesungguhnya Tempat proses, dan produk sesungguhnya Tempat yang merupakan fakta sesungguhnya Sasaran penerapan 5 S Mewujudkan tenaga kerja yang disiplin Mewujudkan tempat kerja yang bersih, rapi dan nyaman Mewujudkan efisiensi melalui : Produktifitas yang tinggi, Kualitas produk yang lebih baik, Biaya yang efisien, Pengiriman barang yang tepat jumlah dan tepat waktu serta Keselamatan Kerja yang lebih terjamin. Mewujudkan Zero Breakdown, Zero Crisis, Zero Defect dan Visual Control System Mewujudkan citra positif perusahaan di mata pelanggan 5 S Dalam Penataan dan Pemeliharaan Wilayah Kerja (Eddy Sulistiyo/HR & GA Manager)
