Berita Perusahaan

Berita Terkini dari PT Sriwijaya Teknik Utama

Kami terus berkembang dengan inovasi dan proyek baru. Dapatkan update terbaru tentang pencapaian kami, acara perusahaan, serta teknologi terbaru yang kami gunakan.

Amphibious Excavator Produksi PT Sriwijaya Teknik Utama

Amphibious Excavator Produksi PT Sriwijaya Teknik Utama

Amphibious Excavator Produksi PT Sriwijaya Teknik Utama pada saat pengujian atau commissioning di lokasi tempat kerja amphibious excavator, setelah pengujian sebelumnya oleh Sucofindo. Uji tersebut diwajibkan untuk setiap unit atau perlengkapan kerja yang akan digunakan di lokasi tambang, begitu pun pada unit amphibious pontoon baru produksi PT Sriwijaya Teknik Utama. Pengujian yang dilakukan di lokasi kerja diantaranya adalah uji kelayakan apung dan keselamatan dari amphibious excavator PT Sriwijaya Teknik Utama ketika sedang bekerja.   Amphibious Excavator Produksi PT Sriwijaya Teknik Utama Pengujian Amphibious Excavator yang merupakan hasil karya PT STU di lokasi kerja dilakukan beberapa hari lalu. Sebelumnya, beberapa pengujian di workshop PT Petrolindo Megah Perkasa telah dilakukan oleh Sucofindo. Amphibious excavator ini diuji oleh Sucofindo untuk struktur, material dan lain sebagainya, lalu kemudian untuk uji kelayakan fungsi dan keamanan dilakukan langsung di lokasi kerja. Amphibious Pontoon ini merupakan salah satu dari hasil karya PT Sriwijaya Teknik Utama yang membanggakan. Pengujian kelayakan diwajibkan pada seluruh perlengkapan yang akan bekerja dilingkungan tambang, terutama adalah pada faktor keamanan. Amphibious Excavator yang diproduksi PT STU selama 2 bulan berhasil melalui beberapa uji kelayakan oleh Sucofindo. Amphibious excavator hasil karya PT Sriwijaya Teknik Utama tersebut dimiliki digunakan oleh PT Petrolindo Megah Perkasa pada slurry project disalahsatu kliennya. Amphibious excavator ini akan ditambahkan unit dragflow sebagai ganti dari bucket untuk menghisap lumpur. Pada saat pengujian seperti pada video dibawah ini masih menggunakan bucket excavator. Tujuan pengujiannya adalah pada kemampuan dan keselamatan ketika terapung diatas permukaan air. Produksi Amphibious Excavator PT STU Melihat hasil uji ketika terapung dan melakukan gerakan swing ekstrim, produk PT Sriwijaya Teknik Utama ini layak untuk digunakan dalam mendukung slurry project PT PMP. Meskipun demikian, PT Sriwijaya Teknik Utama akan terus menyempurnakan Amphibious Excavator yang telah dibuatnya. Selain produk Amphibious excavator, PT STU juga telah menghasilkan beberapa produk engineering yang digunakan diberbagai bidang kerja. 

Read More »
Selamat Ulang Tahun, Edy

Selamat Ulang Tahun Edy

Momen hari kelahiran merupakan salah satu momen yang membahagiakan. Apalagi kalau kita sendiri tidak ingat hari lahir kita dan ada rekan yang memberikan kejutan ucapan selamat Ulang Tahun disertai hadiah kecil untuk merayakannya. Sungguh merupakan kejutan yang sangat berarti bagi karyawan yang bersangkutan, dan menunjukkan perhatian Manajemen PT Sriwijaya Teknik Utama kepada karyawannya yang merupakan asset berharga bagi perusahaan. Selamat Ulang Tahun, Edy Lahir di Samarinda 41 tahun yang lalu, Edy Setiawan bergabung dengan PT Sriwijaya Teknik Utama 2 tahun yang lalu. Posisi saat ini adalah Welder di Departemen Fabrikasi. Edy tinggal bersama dengan 3 anaknya yang merupakan buah perkawinannya dengan sang istri. Di hari yang berbahagia buat Edy ini, kami ucapkan Selamat Ulang Tahun, semoga panjang umur dan segera mendapatkan pasangan kembali. Semoga kerasan bekerja di PT Sriwijaya Teknik Utama dan memberikan kontribusi lebih. Prank dari team HR Kali ini team HR memberikan sedikit kejutan berbeda. Dimulai dengan memanggil Edy Setiawan ke ruangan fabrikasi dan menegurnya seolah-olah dia membuat kesalahan yang besar dan menekankan bahwa semua team HR hadir karena besarnya kesalahan yang dilakukan. Tidak tega melihat wajahnya yang pucat. team HR menghentikan prank-nya dan memberikan ucapan Selamat Ulang Tahun dan berfoto bersama. Semoga kejutan ini akan selalu diingat sebagai perhatian dari Manajemen terhadap karyawannya. (Eddy Sulistiyo/HR)  

Read More »
Selamat Ulang Tahun, Muni

Selamat Ulang Tahun, Muni

Makna Hari Ulang Tahun Salah satu momen yang membahagiakan hati adalah saat kita merayakan Ulang Tahun, dimana hal itu berarti bertambahnya usia yang kita jalani, sekaligus dengan harapan akan bertambahnya rejeki, kebahagiaan, pengetahuan dan harapan-harapan baik lainnya. Dalam hal pengelolaan karyawan, momen ini juga bisa merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan employee engagement maupun retention terhadap karyawan. Seperti yang banyak diucapkan, “Employee is a Valuable Asset” yang seyogyanya bukan hanya dalam ucapan atau jargon semata, tetapi akan lebih baik apabila diejawantahkan dalam perbuatan nyata sehari-hari. Perayaan Ulang Tahun untuk Karyawan Dalam bentuk yang paling sederhana, merayakan Ulang Tahun karyawan merupakan bentuk retensi secara tidak langsung. Memang semua upaya untuk meningkatkan employee engagement atau retention tidak akan langsung terlihat hasilnya, karena semua itu perlu waktu dan proses untuk melihat hasilnya. Tapi semua usaha tidak akan sia-sia apabila kita konsisten dalam menjalankannya. Hasil akan terlihat setelah proses yang cukup lama, itu sudah pasti. Oleh karena itu pada hari ini 9 Juli 2020 kami merayakan hari Ulang Tahun salah satu anggota tim kami, Asmuni. SELAMAT ULANG TAHUN, MUNI !!! Start small, Start from Yourself, Start Now Semua perubahan pasti akan menimbulkan guncangan, entah besar ataupun kecil. Semakin besar perubahan yang dilakukan, akan semakin terasa guncangannya, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, alangkah baiknya kita mmepersiapkan diri mengalami perubahan dari hal-hal yang kecil, sehingga dalam jangka panjang akan lebih mudah buat kita menerima perubahan yang lebih besar. So, mari kita mulai perubahan dari hal-hal kecil, mulai dari diri sendir dan mulai sekarang, jangan ditunda-tunda. Sehingga nantinya kita akan terbiasa untuk menerima ide atau gagasan perubahan yang lebih besar. SEMANGAAAAT !!!  

Read More »
Model Pengembangan Karyawan 70/20/10

Model Pengembangan Karyawan 70/20/10

Pengantar : Pengembangan Karyawan, sebuah keniscayaan. Jargon “People is Valuable Asset” sudah banyak diketahui dan dipahami oleh para pelaku bisnis, bukan hanya di Indonesia. Seberapapun canggihnya mesin-mesin yang dimiliki atau berapapun banyaknya modal yang dimiliki, tanpa didukung oleh karyawan yang berkualitas, bisnis tidak akan bisa berkembang atau​​ berjalan dengan baik. Oleh karena itu, sudah mulai banyak perusahaan yang berinvestasi dalam pengembangan karyawan, dimana semua biaya-biaya pengembangan bukan lagi dianggap sebagai cost, tetapi lebih ke investasi. Bagi perusahaan yang sudah tertata dengan baik system manajemennya, bukan hal yang sulit untuk menyisihkan sebagian pendapatannya untuk pengembangan karyawan. Tapi bagaimana dengan perusahaan yang terdampak cukup berat disaat pandemic seperti ini? Sementara pengembangan karyawan mutlak diperlukan untuk bisa mempertahankan bisnisnya? Tentunya perlu dicari cara-cara alternative dan kreatif untuk menemukan titik tengah antara kebutuhan pengembangan dan ketersediaan budget untuk pengembangan. Dalam dunia Learning & Development, kita kenal Model Pengembangan Karyawan 70/20/10. Apa artinya Model 70/20/10 tersebut? Kita lihat penjelasannya di paragraf berikutnya. Pengembangan bukan sekedar Training Kalau kita membahas pengembangan karyawan, yang terlintas dibenak kita pertama kali pasti training atau pelatihan, karena pola pikir yang sudah terbentuk sejak awal, kalua mau dikembangkan ya diikutkan training. Seolah-olah training merupakan obat mujarab​​ bagi semua masalah pengembangan karyawan. Padahal sejatinya pengembangan karyawan merupakan hal yang khusus dan berbeda-beda bagi setiap karyawan, sesuai dengan kebutuhannya. Bagaimana kita tahu bahwa pengembangan yang dilakukan tepat sasaran? Tentu saja semuanya berpulang kepada posisi karyawan bersangkutan, tugas2 yang dilakukannya dibandingkan dengan jobdesc dan kompetensi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya. Kompetensi dan profisiensi yang ada didalam jobdesc dibandingkan dengan kompetensi dan profisiensi yang dimiliki karyawan, sehingga bisa dihitung selisihnya. Selisih inilah yang disebut gap dan harus ditutup menggunakan program2 pengembangan. Gap yang kecil masih memungkinkan untuk ditutup dengan training, baik online maupun offline. Biasanya itu bisa diberlakukan untuk horizontal movement dari satu posisi ke posisi yang lain yang mirip fungsi dan tugasnya. Misal dari Supervisor di bagian raw materials ke packaging material. Untuk gap-gap yang jauh, misal karena promosi atau tanggung jawab yang lebih besar, training bukan menjadi alat yang efektif untuk menutup gap itu. Lalu​​ kalau bukan training apa lagi? Model Pengembangan 70/20/10 Morgan McCall, Michael M. Lombardo and Robert A. Eichinger dalam bukunya The Career Architect Development Planner (1996) mengatakan : “Pengembangan umumnya dimulai dengan kesadaran akan kebutuhan saat ini atau masa depan dan motivasi untuk melakukan sesuatu . Hal ini bisa berasal dari umpan balik, kesalahan, menonton reaksi orang lain, gagal atau tidak melakukan tugas – dengan kata lain, dari pengalaman. Kemungkinannya adalah bahwa pengembangan akan menjadi sekitar 70% dari pengalaman di tempat kerja – mengerjakan tugas dan menyelesaikan masalah; sekitar 20% dari umpan balik dan dari contoh yang baik dan buruk; dan 10% dari kursus dan membaca. Jadi kalau dari deskripsi mereka, apa sih artinya 70-20-10? Mungkin dengan melihat gambar berikut kita akan lebih paham. Jadi jelas bahwa ada cara-cara lain yang bisa ditempuh selain menggunakan training sebagai alat pengembangan diri karyawan. Menurut kedua penulis diatas, prosentasi dampaknya adalah sebagai berikut: 10% ​​ –>​​ Structured Leaning​​ –>​​ workshop, webinar, e-learning, m-learning dll 20%​​ –>​​ Relationship Learning​​ –>​​ Feedback, Coaching, Mentoring dll 70%​​ –>​​ Experiential Learning​​ –>​​ Action Learning, Shadowing, Job Enlargement dll Jika dikalkulasi, justru structured learning yang memakan biaya paling besar tetapi dengan dampak yang paling kecil. Sementara Experiential learning berdampak paling besar dengan biaya yang relative kecil. Jadi bagaimana sebaiknya kita memilih model2 pengembangan karyawan agar optimal baik​​ secara biaya maupun dampaknya? Cara yang paling baik adalah menggabungkan ketiga metode itu dalam rencana aksi pengembangan karyawan.​​ Satu contoh : Seorang HR Supervisor yang bertanggung jawab dibagian Training ingin mengembangkan dirinya dengan mencoba tanggung jawab baru sebagai IR Supervisor. Skill dan kompetensi yang dibutuhkan antara kedua posisi tersebut cukup berbeda, sehingga rencana aksi pengembangan karyawan tersebut bisa direncanakan sebagai berikut: 10%​​ –>​​ mengikuti workshop atau training terkait dengan Hubungan Industrial 20%​​ –>​​ menjadi coachee dari Manager Hubungan Industrial diperusahaan dan secara rutin berkolaborasi dengan Manajer tersebut 70%​​ –>​​ terlibat aktif dalam proses mediasi, bahkan sampai pengadilan dengan didampingi oleh Manager Hubungan Industrial. Dengan pola2 pengembangan seperti diatas, tidak akan susah untuk menutup gap yang ada dengan biaya yang relatif lebih rendah dan dampak yang lebih besar. (Model Pengembangan Karyawan 70/20/10)

Read More »
Amphibious Pontoon Excavator Produksi PT STU

Amphibious Pontoon Excavator Produksi PT STU

Amphibious Pontoon Excavator Produksi PT STU merupakan salah satu dari sekian prestasi engineering PT Sriwijaya Teknik Utama. PT Sriwijaya Teknik Utama kembali menghasilkan produksi lokal berteknologi berkualitas. Amphibious Excavator tersebut merupakan pesanan PT Petrolindo Megah Perkasa untuk mendukung Mud Removal Project-nya. Produk Amphibious tersebut digarap oleh putra dan bahan-bahan lokal Indonesia. Seperti terlihat pada gambar, dimana produk Amphibious sedang dalam proses pemeriksaaan oleh succofindo untuk laik jalan (apung) dan sebagainya. Pada gambar dibawah, succofindo dan wakil dari PT PMP sedang melakukan pemeriksaan Amphibious produksi PT Sriwijaya Teknik Utama. Amphibious Pontoon Excavator Produksi PT STU Produksi Amphibious Pontoon PT STU akan disesuaikan dengan ukuran Excavator yang akan duduk diatasnya. Artinya, PT Sriwijaya Teknik Utama siap melayani pesanan pembuatan Amphibious Pontoon sesuai permintaan pelanggan. Amphibious Pontoon PT STU adalah salah satu dari berbagai produk Tim engineering yang dimotori oleh Fachrudin Azis. PT STU percaya, bahwa produk Amphibious Pontoon yang dibuatnya tersebut laik apung, aman dan memiliki kualitas baik tidak kalah dengan amphibious pontoon import. Hal menarik dari produk tersebut yaitu, seluruh bahan dan komponen yang digunakan adalah komponen lokal dan dikerjakan oleh tenaga-tenaga berpengalaman lokal. Bagi yang memerlukan keterangan mengenai produk Amphibious Pontoon, silahkan hubungi PT Sriwijaya Teknik Utama pada menu kontak di website ini. Ukutran atau kapasitas tonase (bobot) akan disesuaikan dengan kebutuhan pemesan, namu tetap dengan kualitas dan tingkat keamanan yang tinggi. Semoga produk Amphibious Pontoon lokal ini dapat menjadi produk yang diminati oleh perusahaan atau bisnis yang memerlukannya. Amphibious ponton pada gambar tersebut sedang berada di lokasi workshop PT Petrolindo Megah Perkasa sebagai pemilik Amphibious Pontoon.

Read More »